Raisa Alifianoor

Sabtu, 09 Maret 2013

MODEL OSI

Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.

  • Application Layer : 
    • Aplikasi adalah layanan/service yang
      mengimplementasikan komunikasi antar simpul
    • Lapisan aplikasi melakukan hal sbb :
      •  Mengidentifikasikan mitra komunikasi
      •  Aplikasi transfer data
      •  Resource Availability
      • Lapisan aplikasi terkait dengan aplikasi enduser
    • Implementasi Layer Aplikasi
      •  Telnet
      • File Transfer Protocol (FTP)
      •  Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
  • Presentation Layer :
    • Lapisan presentasi melakukan coding dan
      konversi data :
      •  format data untuk image dan sound (JPG, MPEG, TIFF, WAV, ...)
      •  konversi EBCDIC‐ASCII
      • Kompresi
      • Enkripsi
  • Session Layer :
    • Lapisan sesi membuka, merawat, mengendalikan dan melakukan terminasi hubungan antar simpul. Lapisan Aplikasi dan Presentasi melakukan request dan menunggu response yang dikoordinasikan oleh lapisan diatasnya (aplikasi) antar host. 
  • Tansport Layer :
    • Fungsi lapisan transport antara lain :
      • Flow Conrol : Sinkronisasi pemilihan data, antara sipenerima dan si pengirim harus terjadi interaksi untuk menjaga kehilangan data.
      • Multiplexing : Mengijinkan banyak layanan atau aplikasi untuk mengakses satu network link yang sama.
      • Virtual Circuit Management : Membuka, menjaga, dan terminasi hbungan komunikasi.
      • Eror Cheking & Recovery : Mendeteksi eror dan melakukan recovery misalnya dengan melakukan retransmisi.
  • Network Layer : Mendefinisikan logical addressing, mengkombinasikan multiple data link menjadi satu internetwork internetwork. Lapisan Network bertanggung jawab untuk membawa paket dari satu simpul ke simpul lainnya dengan mengandalkan logical address yang disebut juga sebagai Network Address (Layer3‐Address). 

  • Protocol Data Unit (PDU)
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Copyright © Raisa's World. Blogger template created by Raisa Alfia Noor 2010-2011